Kamis, 10 Februari 2011

Penduduk Sumba Barat

Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Sumba Barat sementara adalah 111. 023 orang, yang terdiri atas 57.567 laki-laki dan 53.456 perempuan. Dari hasil SP2010 tersebut masih tampak
bahwa persentase penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Kota Waikabubak yaitu sebesar 25,97 persen dan diikuti oleh Kecamatan Loli sebesar 24,38 persen. Sedangkan kecamatan dengan persentase penduduk paling kecil adalah Kecamatan Laboya Barat yaitu sebesar 6,61 persen.



Dengan luas wilayah Kabupaten Sumba Barat sekitar 737,42 kilo meter persegi yang didiami oleh 111.023 orang maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Sumba Barat adalah sebanyak 151 orang per kilo meter persegi. Kecamatan yang paling tinggi kepadatan penduduknya adalah Kecamatan Kota Waikabubak yaitu sebayak 645 orang per kilo meter persegi sedangkan yang paling rendah adalah Kecamatan Laboya Barat yaitu sebanyak 46 orang per kilo meter persegi.


Dilihat dari jumlah penduduk maupun angka kepadatan penduduk maka Kecamatan Kota Waikabubak memiliki jumlah penduduk serta kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Sumba Barat. Hal ini tidak lepas dari faktor
geografis Kecamatan Kota Waikabubak yang menjadi ibukota Kabupaten. Dikarenakan sebagai wilayah ibukota kabupaten, maka sebagian besar penduduk akan memilih bertempat tinggal di Kecamatan Kota Waikabubak yang juga sebagai pusat perekonomian kabupaten.

Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Sumba Barat per tahun selama sepuluh tahun terakhir yakni dari tahun 2000-2010 sebesar 2,34 persen. Laju pertumbuhan penduduk yang tertinggi terjadi di Kecamatan Laboya Barat yaitu sebesar 3,18 persen, sedangkan yang terendah terjadi di Kecamatan Lamboya yaitu sebesar 1,50 persen. Pada dasarnya tingkat pertumbuhan penduduk di kabupaten Sumba Barat relatih stabil. Hanya ada dua kemungkinan kenapa angka laju pertumbuhan penduduk bisa stabil di angka 2 persenan. Yang pertama, tingkat
kelahiran terkontrol dengan baik karena masyarakatnya menyadari akan pentingnya keluarga berencana. Yang kedua, ditengah tingginya kelahiran dibarengi dengan tingginya tingkat kematian bayi. Perlu kajian lebih lanjut
untuk mengetahui permasalahan tersebut, namun kita semua berharap kemungkinan kedua tidak terjadi pada daerah Sumba Barat.


Sumber :
http://www.bps.go.id/hasilSP2010/ntt/5301.pdf 

Sumber Gambar:
http://jarakpagarbiodiesel.blogspot.com/2008/07/blog-post.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar