Kamis, 10 Februari 2011

Flores Timur: Perkembangan yang tertinggal


Mungkin hanya dari sudut pandang pribadi, sehingga pada akhirnya tema tersebut dibuat. Namun dari sini pula muncul keprihatinan yang begitu dalam melihat kondisi Flores Timur yang sangat dibanggakan menjadi demikian terpuruk, menjadi semakin “miskin” untuk dibanggakan kepada khalayak ramai.

Mengapa? adalah pertanyaan yang mungkin cocok untuk diajukan. Namun diajukan kemana pertanyaan tersebut? Disaat sekarang elite politik beramai-ramai berebut tampuk pemerintahan, disaat sekarang elite politik disibukan untuk bagaimana mendapat kursi no 1 di pemerintahan Flores Timur.


Berkaca pada masa lalu, geliat Flores Timur (Flotim) atau Larantuka (kota yang begitu dikenal dengan Wisata Religi “Semana Santa”) begitu terasa di hati kami, anak-anak muda yang masih mengenyam pendidikan di Larantuka. Sehingga harapan kami begitu besar untuk dapat memajukan Larantuka, dengan segudang prestasi dan kemampuan yang kami miliki. Larantuka saat itu, sekalipun hanya sebuah Kota Kecil dengan sosialisasi masyarakatnya yang begitu baik menjadi sebuah Ikon pariwisata Religi (dengan Semana Santanya) yang begitu terkenal, menjadi sebuah Kota kecil yang begitu nyaman untuk ditempati.

Namun saat ini, Larantuka terkesan hanya sebatas tempat transit untuk mereka yang memang menginginkan “kemajuan diri pribadi dan keluarganya”, hanya tempat untuk mengeruk pundi-pundi uang buat sebagian orang (semoga saja saya salah). Larantuka menjadi sangat panas, menjadi begitu “miskin” dengan semua hal, penataan kota yang sudah tidak rapi, kemajuan yang bisa dibilang ada namun sangat lambat, dan bahkan unsur pariwisata yang menjadi ikon pun terasa terbuang percuma serta sia-sia, dan hanya menghiasi wajah kota Larantuka sekali dalam satu tahun, namun tidak memberikan kontribusi yang positif untuk kemajuan Larantuka umumnya dan masyarakat khususnya.

Mungkin apa yang saya sebutkan diatas akan dibantah oleh sebagian orang, yang mana cukup lama menetap di Larantuka. Namun akan sangat berbeda dengan mereka yang menghabiskan hidupnya di luar, mereka yang mencoba mencari pengalaman baru di luar Larantuka. Perbedaan tersebut akan terasa jauh bila dibandingkan dengan Larantuka beberapa waktu lampau.

Berkaca pada beberapa hal tersebut, dan melihat kondisi Larantuka sekarang, mungkin sedikit perhatian dari pemerintah daerah terhadap perkembangan Kota Larantuka akan membangkitkan perkembangan kota tersebut kedepan. Tidak sedikit potensi Larantuka yang belum diasah, tidak sedikit potensi Larantuka yang belum dikembangkan untuk memajukan “Kota Bunga” ini menjadi kota kecil yang nyaman. Banyak investor yang mungkin mau untuk menanamkan sahamnya di kota tecinta ini, jika dan hanya jika pemerintah sendiri berusaha keras untuk dapat memasarkan potensi Kota Larantuka, melalui berbagai media (dan bukan hanya dengan satu media dan satu potensi pariwisata saja).

satu contoh yang dapat kita ambil, yakni pariwisata Flores Timur, yang mana mungkin baru 50% digarap baik oleh pemerintah sendiri maupun oleh pihak swasta, selain Wisata religi “Semana Santa” banyak potensi wisata lain yang belum tersentuh, seperti: Wisata Bahari (beberapa “view” pantai di pulau-pulau Flotim, Terumbu Karang yang masih terjaga dengan baik; Wisata Budaya (peninggalan raja-raja Larantuka & solor) dan banyak lagi yang belum diungkap oleh Dinas pariwisata kota Larantuka, namun semua hal tersbeut diatas terkesan dilupakan begitu saja, terkesan hanya menjadi penghias tanpa disentuh, disamping tidak sarana dan prasarana yang mendukung sangatlah kurang.

Ajakan saya, mari kita mencoba untuk kembali melihat potensi alam daerah kita, kembali bersatu untuk membangun Kota larantuka. mewujudnyatakan Larantuka “Kota Renya” yang bukan hanya semboyan namun dapat kita buktikan, semoga.

Sumber :
Martin Aris
http://sosbud.kompasiana.com/2010/04/20/flores-timur-perkembangan-yang-tertinggal/

Sumber Gambar:
http://larantuka2009.blogspot.com/2010/11/prospek-perikanan-laut-larantuka.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar