Kamis, 10 Februari 2011

Kabupaten Sikka


Kabupaten Sikka dengan ibukota Maumere adalah salah satu kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di arah timur Pulau Flores. Secara administratif Kabupaten Sikka berbatasan langsung dengan Kabupaten Ende, Ngada dan Flores Timur, dan telah dihubungkan oleh transportasi jaringan jalan arteri primer yang berhubungan antara Kota Ende (ibukota Kabupaten Ende), Kota Larantuka (ibukota Kabupaten Flores Timur), Kota Mbay (ibukota Kabupaten Nagekeo), Kota Bajawa (ibukota Kabupaten Ngada), Kota Borong (ibukota Kabupaten Manggarai Timur), Kota Ruteng (ibukota Kabupaten Manggarai) dan Kota Labuan Bajo (ibukota Kabupaten Manggarai Barat).


Letak Kabupaten Sikka sangat strategis karena merupakan pintu gerbang utama bagi masuk/keluarnya barang dan jasa di daratan Flores, baik melalui darat, laut dan udara. Untuk mencapai wilayah Kabupaten Sikka dari luar Pulau Flores dapat dilakukan dengan melalui Pelabuhan Udara Waioti yang telah dapat disinggahi oleh pesawat jenis Fokker 28 dan melalui laut yang dilayani oleh Pelabuhan Sadang Bui yang dapat disandari oleh kapal-kapal relatif besar dan Pelabuhan Rakyat di Wuring Lama.



LETAK DAN KONDISI GEOGRAFIS

Kabupaten Sikka secara geografis terletak antara 806’36”LS – 8048’0”LS dan 121040’12”BT – 122041’24”BT. Kondisi topografis Kabupaten Sikka dikelompokkan dalam satuan luas per interval kontur (ketinggian dari permukaan laut), didominasi oleh wilayah dengan ketinggian > 500 m, yakni 42,91 % dari luas wilayah daratan.

Kondisi kemiringan tanah (lereng) sangat bervariasi, berkisar dari 0 s/d > 40 % dan didominasi oleh kemiringan tanah yang lebih besar 40 % dengan luas 81.641 ha.

Sumber air terdiri dari air hujan, air tanah, dan air permukaan. Dengan curah hujan rata-rata 1.000 – 1.500 mm/tahun. Mata air umumnya muncul secara alami ke permukaan tanah, karena terpotongnya aliran air tanah oleh bentuk topografi setempat. Debit air bervariasi antara 1 – 40 liter/detik. Secara umum terdapat sumber air tanah sepanjang pesisir pantai utara, selatan dan pesisir pulau-pulau. Terdapat 63 mata air dengan tinggi permukaan dibawah 100 m sebanyak 24 mata air, tinggi permukaan antara 100 – 500 m sebanyak 32 mata air dan yang diatas 500 m sebanyak 7 mata air.

Disamping sumber air tanah juga ada sumber air permukaan yang sebagian besar terdapat di sungai-sungai yang ada dalam skala sedang dan kecil. Pembangunan embung-embung baru untuk menampung air kali pada musim hujan, khusus untuk kali yang pada musim kemarau sumber airnya tidak ada dalam rangka usaha konservasi (melindungi areal produksi).

Kecepatan angin pada musim panas 12 – 13 knots dan kelembaban udara relatif antara 69 – 85 %. Dengan temperatur rata-rata antara 27,40 0C – 29,10C.

Kabupaten Sikka sangat potensial dalam bidang pertanian, khususnya sektor kelautan dan perikanan, pertanian, serta potensi pertambangan yang tersebar di beberapa kecamatan.

WILAYAH ADMINISTRASI

Secara administrasi Kabupaten Sikka berbatasan dengan :
Sebelah Utara : Laut Flores
Sebelah Timur : Kabupaten Flores Timur
Sebelah Selatan : Laut Sawu
Sebelah Barat : Kabupaten Ende

Kabupaten Sikka terdiri dari 11 kecamatan yang meliputi 125 desa dan 13 kelurahan , dan mempunyai luas wilayah 7.552,91 Km2 yang terdiri dari 1.731,91 Km2 luas daratan dan 5.821 Km2 luas lautan. Kabupaten Sikka juga terdiri atas beberapa pulau sedang dan kecil yaitu Pulau Babi/Bater, Pangabatang, Kambing, Pemana Besar, Palue, dan Sukun. Pembagian wilayah administratif di Kabupaten Sikka adalah sebagai berikut :

Kecamatan Nita (307.22 Km2)
Kecamatan Kewapante (80.15 Km2)
Kecamatan Maumere (131.55 Km2)
Kecamatan Bola (168.26 Km2)
Kecamatan Alok (76.39 Km2)
Kecamatan Paga (162.63 Km2)
Kecamatan Mego (111.26 Km2)
Kecamatan Lela (31.33 Km2)
Kecamatan Waigete (217.65 Km2)
Kecamatan Talibura (404.47 Km2)
Kecamatan Palue (41.00 Km2)

SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI

Banyaknya ruas jalan di Kabupaten Sikka yang telah ditetapkan nomor ruasnya berjumlah 68 ruas dengan total panjang jalan ± 694.32 Km telah meningkat menjadi 79 ruas pada tahun 2000 dengan total panjang ± 748.74 Km. Terjadinya peningkatan jumlah ruas jalan dan panjang jalan dimaksud karena adanya pembukaan jalan baru melalui program P3DT dan program Jalan Poros Desa.

Pada tahun 2002 total panjang jalan di Kabupaten Sikka adalah 982.48 Km. Jalan negara sepanjang 121,127 Km; 28,127 Km berada dalam kondisi baik, sisanya dalam keadaan rusak ringan sepanjang 93 Km. Jalan propinsi sepanjang 112.61 Km; 52,26 Km berada dalam konsisi mantap; 40,6 Km dalam kondisi rusak berat, dan 19,75 Km rusak ringan. Jalan kabupaten sepanjang 748.74 Km. Hanya 302 Km yang merupakan jalan aspal; 118.62 Km merupakan jalan yang diperkeras dengan batu/kerikil, dan masih terdapat 382.12 Km jalan tanah.

Prasarana lain yang menunjang perhubungan antar wilayah yaitu perhubungan udara yang dilayani oleh Bandar Udara Waioti yang telah dapat disinggahi oleh pesawat jenis Fokker 28, sedangkan melalui laut dilayani oleh Pelabuhan Sadang Bui Maumere yang telah disinggahi kapal-kapal relatif besar juga terdapat beberapa pelabuhan rakyat.

Sumber :
http://www.petantt.com/kabupaten-sikka/

Sumber Gambar:
http://www.petantt.com/letak-geografis-ibukota-kabupaten-di-nusa-tenggara-timur/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sikka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar